Informasi tentang dunia internet dan entertainment


Jika grup-grup pop rock muda kita macam Peterpan, Nidji, dan Ungu mengibarkan bendera musik itu dan menuai sukses, Alexa bisa dilihat sebagai band yang mencoba melakukan pematangan terhadap konsep grup-grup tersebut. Album Alexa menawarkan lagu-lagu pop-rock Indonesia yang berkiblat ke musik pop-rock ala Amerika dengan sound yang lebih padat dan disertai musikalitas yang mumpuni.

Bicara soal mumpuni, kualitas permainan musik para personel Alexa tampaknya tak perlu diragukan lagi, karena mereka bukan orang-orang baru dalam industri musik Indonesia. Satrio, sang gitaris dan komposer di Alexa, mantan gitaris band soul-jazz Maliq & dEssentials. Jmono, pemain pasnya, mantan personel grup acid jazz Parkdrive. Aqi (vokal) pernah menghasilkan dua album bersama band Tiket. Fajar (drum), yang berjenggot, sudah bertahun-tahun malang-melintang di kancah musik indie dengan menjadi drummer untuk band-band Stepforward dan The Upstairs. Terakhir, si gondrong Rizky, gitaris rhythm, pernah mendukung penyanyi-penyanyi Dewi Sandra dan Sania.

[Baca Selengkapnya]

Mmmhh, mungkin banyak yang belum pernah mendengar lagunya ataupun bahkan mendengar nama band yang satu ini. Tapi layak buat kita simak bareng koleksi lagu yang telah mereka kreasikan untuk meramaikan kancah musik Indonesia. Tergolong masih muda, karena rata-rata dari mereka barulah berusia sekitar 20an tahun, LEVEL berusaha untuk merintis karis sebagai Band Kutu Loncat dari panggung pentas seni ke pentas seni lainnya. Dari satu festival ke festival lainnya. Lewat ulasan ini mungkin ada yang tertarik untuk bisa lebih tahu secara mendalam seperti apa Band ini bisa berdiri.

Berikut adalah penuturan langsung dari mereka tentang apa yang sedang mereka kejar saat ini.

[Baca Selengkapnya]

INDUSTRI musik [pop] memang seperti perempuan cantik yang menarik banyak laki-laki untuk mendekatinya. Tak semuanya diterima memang, karena yang ditolak dan mundur dari persaingan juga sebarek-abrek. Walau begitu, pendatang-pendatang baru yang mencoba merangsek, juga tak berkurang.Resiko, keberuntungan dan kerasnya persaingan, pastilah sudah disadari. Termasuk oleh band baru yang menamakan dirinya KEYLA ini. “Tapi, bukankah semua yang kita lakukan selalu mengandung resiko?” Ah, alasan yang selalu diucapkan puluhan, bahkan ribuan band yang tumpang tindih dan keluar masuk industri. KEYLA sebenarnya, juga berada pada deretan band-band yang masuk industri dengan harapan, sukses. Pertanyaannya, seberapa kuat materi, performance dan musikalitas yang mereka gotong untuk bersaing ?

[Baca Selengkapnya]

DI KANCAH musik pop, UNGU memang masih berjaya. Paling tidak, kalau kita lihat lagu-lagu yang bersliweran di chart radio, jadual manggung yang padat, dan wira-wiri iklan yang menggunakan mereka sebagai ikon. Paling tidak juga, pundi-pundi mereka juga bakal bertambah tebal pastinya.Tapi yang menarik, para personilnya merasa perlu mempersiapkan diri saat masa jaya bakal surut. “Kita kan nggak selamanya di atas, suatu saat pasti akan tergantikan oleh yang baru dan fresh,’ Mengulik usaha yang dilakukan personilnya, nyaris semuanya berhubungan dengan dunia musik yang mereka geluti. “Yah apalagi yang kita bisa dan punya link, kan dunia musik tiu sendiri,” kilah Rowman. Bener juga sih…

[Baca Selengkapnya]