Informasi tentang dunia internet dan entertainment


dmasiv ImageBarusan saat lihat-lihat di youtube.com ada comment kaya gini

d massiv plagiat:
dan kamu = high over heels nya switchfoot
cinta ini membunuhku = i don’t love u nya MCR
DILEMA = soldier poem’s nya MUSE
sebelah mata = fall out boy banget
cinta sampai disini = lifehouse pak
lukaku = drive nya INCUBUS
tak pernah rela = KEANE BOSS

KAPAN BOSS ALBUM KEDUANYA???
GUE TUNGGU!!! KLO NJIPLAK YG LEBIH MIRIP LAGI DONK!!! HAHAHAHAHEHEHEHE
EMENG NYA KUPING ORANG INDONESIA BUDEK2 APA, GAK PERNAH DENGER LAGU ORANG BULE…

[Baca Selengkapnya]

Tak dapat dipungkiri, kemajuan dunia keartisan di Indonesia sangatlah pesat. Banyak sekali artis-artis baru bermunculan di layar televisi maupun di industri rekaman. Apakah yang menyebabkan sepertinya sangat mudah untuk menjadi artis?

[Baca Selengkapnya]

Lagi-lagi berkahnya bulan suci Ramadhan kembali dimanfaatkan oleh band dalam negeri VAGETOZ, setelah GIGI dan Ungu, kini Vagetoz mencoba juga untuk menyajikan lagu-lagu bertemakan religi “Kuatkan Aku”

Para personil VAGETOZ yang terdiri dari Teguh Permana (vokal), Acep Gunawan alias Son! (gitar), Irman alias Nuky (gitar), Budi alias Eboth (bass), dan Rudi alias Day (drum), meluncurkan album religius “Kuatkan Aku” yang diciptakan berdasarkan inspirasi pribadi para personil Vagetoz dalam meniti perjalanan spiritualnya.
“Contohnya, dulu kami hanya grup yang belum dikenal sekarang, seiring waktu, kami sudah dikenal, mungkin separuh Indonesia. Hal ini jangan sampai membuat kami sombong, kami memohon kepada Allah untuk menguatkan hati. Muncullah lagu Kuatkan Aku” ungkap Teguh.

[Baca Selengkapnya]

BANDUNG bolehlah disebut kota penyumbang musisi atau band yang cukup produktif di industri musik Indonesia. Seabrek-abrek band baru [dan yang lama bermetamorfosis], bermunculan dari kota berjuluk ‘Kota Kembang’ ini.

Salah yang ‘merayap’ adalah pendatang baru bernama NEW ETA. Dari namanya, lafal Sunda sudah sangat terasa. Tapi bukan sekedar mengentalkan pilihan bermusiknya kalau mereka memilih pop sebagai pijakan. NEW ETA malah berani mengklaim pop adalah ‘agama’ musikal mereka.

Apa yang menjadi pilihan Riyo [vokal], Herman [gitar], Budi [bass] dan Offan [drum] tentu didasarkan pada pertimbangan realistis dan masuk akal. Pop adalah genre yang “nggak ada matinya” dan mudah diterima pada banyak kalangan. Pop juga menurut band yang bermarkas di Buah Batu ini memberi ruang yang luas kepada mereka untuk memperkenalkan diri kepada penikmat musik. Masuk akal…

[Baca Selengkapnya]

Penggebuk drum band NAIF, Pepeng, mengatakan, grupnya mengeluarkan album anak-anak untuk menutupi kurangnya hiburan yang benar-benar diciptakan untuk anak-anak dan agar mereka tidak menyanyikan lagu-lagu percintaan orang dewasa.

“Perlu format baru di dunia hiburan anak-anak, khususnya lagu untuk anak-anak, sehingga ketika menyanyi mereka menyanyikan lagu anak-anak,” kata Pepeng dalam Konferensi Pers Peluncuran Album Bonbinben, yang digarap NAIF, di Jakarta, Senin (21/7).

Pepeng mengatakan, album Bombinben merupakan singkatan dari Kebun Binatang Band. Album ini berisi delapan lagu dan salah satunya adalah lagu berbahasa Inggris A-B-C with Me.

[Baca Selengkapnya]

Jika grup-grup pop rock muda kita macam Peterpan, Nidji, dan Ungu mengibarkan bendera musik itu dan menuai sukses, Alexa bisa dilihat sebagai band yang mencoba melakukan pematangan terhadap konsep grup-grup tersebut. Album Alexa menawarkan lagu-lagu pop-rock Indonesia yang berkiblat ke musik pop-rock ala Amerika dengan sound yang lebih padat dan disertai musikalitas yang mumpuni.

Bicara soal mumpuni, kualitas permainan musik para personel Alexa tampaknya tak perlu diragukan lagi, karena mereka bukan orang-orang baru dalam industri musik Indonesia. Satrio, sang gitaris dan komposer di Alexa, mantan gitaris band soul-jazz Maliq & dEssentials. Jmono, pemain pasnya, mantan personel grup acid jazz Parkdrive. Aqi (vokal) pernah menghasilkan dua album bersama band Tiket. Fajar (drum), yang berjenggot, sudah bertahun-tahun malang-melintang di kancah musik indie dengan menjadi drummer untuk band-band Stepforward dan The Upstairs. Terakhir, si gondrong Rizky, gitaris rhythm, pernah mendukung penyanyi-penyanyi Dewi Sandra dan Sania.

[Baca Selengkapnya]

BANDUNG bolehlah disebut kota penyumbang musisi atau band yang cukup produktif di industri musik Indonesia. Seabrek-abrek band baru [dan yang lama bermetamorfosis], bermunculan dari kota berjuluk ‘Kota Kembang’ ini.

Salah yang ‘merayap’ adalah pendatang baru bernama NEW ETA. Dari namanya, lafal Sunda sudah sangat terasa. Tapi bukan sekedar mengentalkan pilihan bermusiknya kalau mereka memilih pop sebagai pijakan. NEW ETA malah berani mengklaim pop adalah ‘agama’ musikal mereka.

[Baca Selengkapnya]

MASIH ingat dengan lagu ‘Salam Untuk Dia’ yang ngetop tahun 90-an awal? Yap, lagu yang dilantunkan oleh band bernama Voodoo, ketika itu menjadi ‘most request’ yang cukup berkibar. Sayangnya, ketika era pop-rock mulai meredup, nama Voodoo pun pelan-pelan mulai tergerus. Malah mereka sempat “bubar” dan membentuk band bernama Opera.

Tapi kini, band ini malah mengumpulkan lagi personil lawasnya dan bersiap merilis album baru. Hanya kini mereka punya vokalis baru bernama Sule, menggantikan Oppie Danzo. Kabarnya, dengan formulasi musikal yang berbeda, Voodoo “edisi baru” ini bakal merilis album. Begitulah yang dikatakan Sule.

[Baca Selengkapnya]

DALAM DIMENSI musikal yang kini kerap identik dengan pop melayu, nama SORE bisa diletakkan pada posisi yang agak berbeda. Band yang setia diawaki AWAN GARNIDA [vocals & bass guitars], ADE FIRZA PALOH [vocals & Guitars], GUSTI PRAMUDYA [Drums, Acoustic Guitar & Vocals], REZA DWI PUTRANTO [vocals & Guitars], dan RAMONDO GASCARO [keyboard, Piano, & Vocals], memilih persepsi musik yang sedikit mundur eranya.

Setelah mendapat review yang cukup “mencengangkan” di album ‘Centralismo’ –lantaran nyaris semua review menyebut album perdana band ini sebagai ‘wajib beli’ kini mereka merilis album kedua ‘PORTS OF LIMA’ yang didengung-dengungkan bakal sesukses album pertama.

[Baca Selengkapnya]

DI KANCAH musik pop, UNGU memang masih berjaya. Paling tidak, kalau kita lihat lagu-lagu yang bersliweran di chart radio, jadual manggung yang padat, dan wira-wiri iklan yang menggunakan mereka sebagai ikon. Paling tidak juga, pundi-pundi mereka juga bakal bertambah tebal pastinya.Tapi yang menarik, para personilnya merasa perlu mempersiapkan diri saat masa jaya bakal surut. “Kita kan nggak selamanya di atas, suatu saat pasti akan tergantikan oleh yang baru dan fresh,’ Mengulik usaha yang dilakukan personilnya, nyaris semuanya berhubungan dengan dunia musik yang mereka geluti. “Yah apalagi yang kita bisa dan punya link, kan dunia musik tiu sendiri,” kilah Rowman. Bener juga sih…

[Baca Selengkapnya]