Informasi tentang dunia internet dan entertainment
MASYARAKAT masih memandang keperkasaan atau kejantanan seorang pria diukur dari kekuatan fisiknya, termasuk dalam hal melakukan hubungan seksual. Pria yang mengalami impotensi dianggap “tidak perkasa” lagi. Benarkah?
Menurut dr Nugroho Setiawan MS SpAnd, pandangan di atas sangat keliru dan dapat menimbulkan stigma atau pandangan negatif terhadap seseorang yang mengalami masalah tersebut. Oleh karena itu, istilah impoten atau impotensi sekarang tidak lagi digunakan dan diganti dengan gangguan (disfungsi) ereksi.
[Baca Selengkapnya]
Untuk bisa tahan lama, mayoritas kaum adam mempercayakan pada makanan suplemen. Bisa berupa obat kuat atau mengkonsumsi makanan yang dipercaya mampu meningkatkan libido dan berdaya tahan lama.
Pernahkah Anda membayangkan bila makanan kesukaan wanita, coklat juga memiliki kemampuan setara viagra? Tampaknya kaum pria perlu juga lebih sering mengkonsumsi makanan yang seringkali sebagai hadiah bagi wanita yang disayangi itu.
Dr. Dora Akunyili, direktur Federal Agency Food and Medicine, menganjurkan para pria lebih sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan pada viagra. Dan, memulai mengkonsumsi coklat. Zat yang dikandung Coklat membantu menaikkan libido.
[Baca Selengkapnya]
Kontrasepsi hormonal adalah hormon yang ditambahkan ke dalam tubuh seorang wanita dengan cara diminum (pil), disuntikkan (KB suntik) ataupun dimasukkan ke dalam tubuh berupa susuk. Hormon tersebut dapat berupa estrogen, progesteron ataupun gabungan keduanya. Dengan adanya tambahan hormon tersebut, maka ada berbagai efek yang memang diharapkan terjadi, yang pertama adalah indung telur tidak akan mencapai tingkat kematangan yang diharapkan, sehingga ovulasi tidak akan terjadi, yang kedua kondisi rahim dibuat agar tidak dapat menerima calon janin, sehingga tidak dapat terjadi kehamilan.
[Baca Selengkapnya]