Informasi tentang dunia internet dan entertainment
Adalah bersikap positif dalam wawancara, jangan sekali-kali Anda mencoba untuk menjelek-jelekkan pekerjaan, mantan bos atau teman kerja Anda. Usahakan untuk selalu menyampaikan sesuatu yang baik dan positif, dan berikan kesan bahwa Anda melamar pekerjaan karena sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.
Dalam wawancara, akan selalu muncul pertanyaan-pertanyaan seperti :
a. “Mengapa Anda berhenti/keluar/mengundurkan diri dari pekerjaan Anda yang lama?”
b. “Bagaimana hubungan dengan atasan Anda di perusahaan yang lama?”
c. “Apakah selama ini Anda cukup puas dengan perusahaan tempat Anda bekerja?”
Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka Anda harus menggunakan kata-kata yang Positif, misalnya :
1. “Ingin mengembangkan karir”.
2. “Mencari tantangan yang lebih besar”.
3. “Kompensasi yang sesuai dengan kontribusi”
4. “Mengembangkan kemampuan”
5. “Mencoba sesuatu yang baru”
6. “Karir cukup baik & stabil”
7. dll.
Salah satu contoh jawaban yang Negatif dan Positif adalah sebagai berikut :
Interviewer : “Mengapa Anda berhenti/keluar/mengundurkan diri dari pekerjaan yang lama?”
Negatif : “Karena Saya sudah tidak cocok lagi dengan atasan Saya, atasan Saya selalu …..”
“Karena perusahaan sudah tidak membutuhkan tenaga Saya lagi…”
“Situasi kerja tidak kondusif, pekerjaan terlalu berat …”
Positif : “Karir Saya ditempat yang lama cukup baik, tetapi Saya ingin mencoba tantangan baru yang
lebih besar, sudah saatnya Saya menjadi seorang supervisor dan Saya mampu melakukannya!”
Dengan demikian janganlah sekali-kali Anda memberikan jawaban yang mengarah pada hal-hal seperti :
Meskipun memang pada kenyataannya Anda mengundurkan diri dari perusahaan lama karena ada problem yang rumit dengan atasan, atau lingkungan kerja atau masalah negatif lain, tetap usahakan Anda tidak mengungkapkanya kepada interviewer. Hal ini disebabkan karena mereka tentu berfikir jawaban Anda bersifat subjektif, dan bisa saja masalah itu timbul dari diri Anda sendiri, bukan karena faktor eksternal. Oleh karena itu jawaban2 yang bersifat Positif, akan cukup membantu peforma Anda.
Selain menjawab pertanyaan di atas, Anda biasanya juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada interviewer. Pada kesempatan ini sebaiknya Anda gunakan untuk mengatahui informasi-informasi seputar pekerjaan dan perusahaan tersebut. Tujuan pertanyaan ini selain memperoleh informasi, juga mendapatkan simpati dan memberikan kesan bahwa Anda adalah orang yang aktif.
Ajukanlah pertanyaan-pertanyaan yang bermutu seperti :
1. “Untuk posisi ini, berapa jumlah anak buah yang akan Anda bina?”
2. “Sebagai manajer area, meliputi area mana saja cakupan wilayah kerjanya?”
3. “Siapa pesaing yang paling ketat di wilayah pemasaran?”
4. “Perusahaan ini menggunakan sistem aplikasi apa untuk control keuangan?”
5. “Jenis produk yang dipasarkan oleh perusahaan ini meliputi apa saja?”
6. “Mengapa perusahaan ini hanya menggunakan jenis permasaran A, dan mengapa tidak menggunakan jenis pemasaran B & C?”
7. “Sejauh mana tanggung jawab Saya sebagai Koordinator kepada manajer wilayah?”
8. dll
Selain bentuk pertanyaan di atas, sebaiknya Anda menghindari pertanyaan-pertanyaan yang kurang bermutu berikut ini :
1. Berapa jumlah kandidat yang melamar posisi ini?
2. Mengapa posisi ini kosong?
3. Kapan dilakukan tes berikutnya?
4. dll.
Bahasa tubuh atau body language seorang pelamar akan berpengaruh pada penilaian seorang interviewer. Wawancara, pada intinya adalah salah satu bentuk komunikasi, seperti halnya ngobrol atau bertamu. Kebiasan2 dalam melakukan komunikasi tatap muka, baik menurut norma Timur dan Barat pada prinsipnya sama. Orang Timur akan selalu menghendaki diperlakukan “hormat” oleh seorang yang statusnya “lebih rendah”, maksudnya adalah hubungan antara interviewer dan calon pelamar adalah hubungan yang tidak sejajar. Anda sebagai pelamar mempunyai kedudukan “lebih rendah” dibandingkan interviewer, karena Anda yang membutuhkan pekerjaan. Sedangkan untuk orang Barat, mereka tidak terlalu memperhatikan masalah “status” ini, tetapi lebih pada “eye contact” atau tatapan mata dan sikap tubuh yang baik.
Sikap tubuh dinilai kurang baik adalah indikator sikap tubuh orang yang gugup, seperti :
1. Sering menunduk
2. Menghindari tatapan mata
3. Memainkan alat tulis (seperti pulpen atau lainnya)
4. Meremas-remas tangan
5. Intonasi suara yang rendah, sehingga membuat interviewer meminta untuk berbicara lebih keras dan jelas
6. Kadang-karang berkeringat
7. dsb.
Untuk menguangi kegugupan, sebaiknya Anda sering mengambil dan mengatur nafas secara teratur serta melakukan aktifitas lain sebelum dipanggil masuk ke ruang interview. Aktifitas lain ini seperti membaca dan berbincang-bincang dengan sesama kandidiat pelamar kerja akan mengurangi ketegangan dan kecemasan yang timbul sesaat Anda akan memasuki ruang wawancara.

Beberapa persiapan lain yang sebaiknya Anda perhatikan dalam acara wawancara kerja adalah :
1. Pakaian. Dalam kegiatan ini usahakan Anda menggunakan pakaian lengan panjang berwarna putih yang diseterika dengan rapih, celana panjang berwarna cerah dan bukan putih atau hitam. Hal ini untuk memberikan kesan segar/fresh secara psikologis. Gunakan pakaian yang baru saja dicuci/disetrika karena akan mempengaruhi secara tidak langsung suasana hati Anda dan mendukung Anda untuk sigap dalam bertindak.
2. Gunakan juga aksesoris seperti dasi apabila Anda melamar untuk posisi manajerial.
3. Pastikan sepatu Anda disikat.
4. Lakukan aktifitas normal yang biasa Anda lakukan sebelum berangkat ke tempat interview. Hal ini diperlukan untuk menjaga mood agar tetap dalam kondisi baik, misal : bangun pagi, baca Koran, minum teh/kopi, sarapan pagi, senam pagi, dll.
5. Hindari aktifitas olah raga yang berat pada malam harinya, misalnya bagi Anda yang hobi tenis atau bulutangkis di malam hari sebaiknya ditinggalkan lebih dulu. Hal ini untuk menjaga agar istirahat cukup dan tidak memberikan kesan Anda sedang mengantuk dengan mata merah saat Anda diwawancarai.
Bila kebiasaan itu tidak Anda hilangkan, maka dikhawatirkan kondisi psikologis Anda akan tegang sehingga mengganggu konsentasi Anda dalam wawancara.
Dalam menghadapi “the big day”, Anda harus menyadari bahwa pada hari itu Anda bukan satu-satunya kandidat yang diwawancarai. Perusahaan pasti akan menyeleksi banyak calon dan akan sangat sibuk sekali. Dalam kondisi demikian maka mereka akan menyeleksi dengan cepat dan memberikan perhatian yang besar pada kandidiat yang memberikan kesan “lebih”. Untuk mendapatkan kesan tersebut salah satunya adalah kelengkapan dokumen. Dokumen pendukung itu adalah :
Pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara, tidak akan lepas dari 4 dokumen tersebut. Jadi apabila Anda ingin lancar dan meyakinkan dalam sesi wawancara, maka Anda harus bisa “mempresentasikan” 4 resume tertulis tersbut. Seperti halnya pada saat Anda ulangan atau ujian, 4 macam dokumen tersebut diibaratkan sebagai diktat pelajaran yang harus dipelajari. Khusus untuk planning program kerja, biasanya digunakan untuk model interview “The Apprantice” yang pernah di tayangkan oleh stasiun tv swasta. Model wawancara ini biasanya digunakan untuk mengisi posisi top leader dalam sebuah perusahaan (level direktur, general manager, store manager, dll). Dimana sang recruiter membandingkan program kerja mana yang paling baik diantara kandidat yang ada. Salah satu contoh program kerja yang di susun adalah sebagai berikut :
Sebuah perusahaan yang menjual produk-produk inovatif akan membuka kembali (re-open) tokonya yang berada di sebuah mal di kota Surabaya. Mereka membutuhkan seorang area marketing manajer untuk daerah Surabaya dan sekitarnya. Permasalahan yang Anda rasakan adalah bahwa tokonya kurang menarik, promosi yang gencar di stasiun2 tv tidak mampu mengangkat penjualan, performance toko yang suram, dll. Anda sebagai orang yang mempunyai background pemasaran berencana untuk mengajukan lamaran untuk mengisi posisi tersebut.
Sumber : rangkuman dari berbagai sumber
Tags : ada, amp, berat, dll, ini, interviewer, karena, karir, kata, kompensasi, lingkungan kerja, maka, mampu, mantan, puas, selama, supervisor, teman, tet,
2 Responses for "Persiapan Menghadapi Interview (Part 2-habis)"
wew… boleh juga neeh d coba tipsnya…
perbanyak dunk artikelnya..
fabulous……, fabulous……, fabulous……!!!
two thumbs, bro
Keep goin’
Leave a reply