BANDUNG bolehlah disebut kota penyumbang musisi atau band yang cukup produktif di industri musik Indonesia. Seabrek-abrek band baru [dan yang lama bermetamorfosis], bermunculan dari kota berjuluk ‘Kota Kembang’ ini.

Salah yang ‘merayap’ adalah pendatang baru bernama NEW ETA. Dari namanya, lafal Sunda sudah sangat terasa. Tapi bukan sekedar mengentalkan pilihan bermusiknya kalau mereka memilih pop sebagai pijakan. NEW ETA malah berani mengklaim pop adalah ‘agama’ musikal mereka.

Apa yang menjadi pilihan Riyo [vokal], Herman [gitar], Budi [bass] dan Offan [drum] tentu didasarkan pada pertimbangan realistis dan masuk akal. Pop adalah genre yang “nggak ada matinya” dan mudah diterima pada banyak kalangan. Pop juga menurut band yang bermarkas di Buah Batu ini memberi ruang yang luas kepada mereka untuk memperkenalkan diri kepada penikmat musik. Masuk akal…

Di album perdananya, NEW ETA malah telak-telak berani merilis ‘7 SUMPAH’ sebagai titel album. Yah, meski bermain-main dengan sumpah, band ini tak serta merta berani bersumpah juga kalau mereka bakal telak-telak diterima industri.

Tapi kalau sekelas Khrisna J. Sadrach mau menangani band ini, artinya adalah peluang mereka untuk melejit. Sekedar informasi saja, Krisna yang pentolan band metal Suckerhead, ternyata cukup piawai juga mengolah ornamen pop sebagai lagu-lagu yang enak dan bisa dijual pastinya. Ungu adalah contohnya.

Single yang dilepas adalah ‘7 Sumpah’ dan sudah beredar di pasar. Lagu ini bermain-main dengan karakter vokal Riyo yang rendah dengan tambahan induksi gitar yang terdengar lebih british.

Sebagai band baru, NEW ETA pastinya belum berani pasang target tingg-tinggi, daripada ’sakit-hati’ dengan indistri nantinya. Tapi menyelip dengan single yang gampang, mungkin bisa saja dilakukan band Bandung ini. Tapi maaf, mereka belum memberi pencerahan musikal pada 12 lagu yang ditawarkan. Sekedar ‘nyelonong’ dan nangkring di banyak chart, bisalah.

dikutip dari tembang.com

Artikel Terkait